“ABAH DIDI”
Di abad modern ini dalam kalangan ulama-ulama tersuhur di negeri tercinta kita ini sosok “Abah Didi” memang sebagian kalangan masyarakat dan mungkin masih banyak yang belum mengenalnya, karena sudah salah satu adab beliau memang tidak suka untuk dipublikasikan apalagi mempromosikan diri; yang walaupun pada masa hidupnya selama 36 tahun semenjak ia mendirikan perguruan atau pondok pesantren “Miftahul Huda” pada tahun 1973 yang dimulainya di jalan Salabintana Km.3 Sukabumi dan pada tahun 1984 pindah ke Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung. Sukabumi 12,5 km dari Sukabumi ke arah Sagaranten dan yang terakhir di pada tahun 1989 Pusat Perguruan Miftahul Huda Abdullah Ibnu Mas’ud (Abah Didi) pindah ke Buni Ayu dan Lebak Nangka, Desa Kerta-Angsana, Kec. Nyalindung, Kab. Sukabumi, Km.25 dari Sukabumi masih kearah Sagaranten.
Kiprah Abah Didi dalam mengajar, mendidik, membimbing dan mengasuh anak-anak santrinya atau murid-muridnya 99% bil-hal atau praktek langsung yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari, karena mana semasa Abah Didi memulai berguru pada tahun 1965 di pondok pesantren “Jampes” kini “Al Ihsan” Jampes-Kediri yang pada masa itu di pimpin oleh Kyai Mukhsin, hingga tahun 1967 Abah Didi menemukan guru yang diperintahkan oleh Kyai Baji untuk dicari yaitu “Syekh Abdul Qodir As Safei Al Ashari” yang bermukim di Cisaat, Sukabumi Abah Didi juga diajarkan oleh guru-gurunya hal yang demikian itu.
Tafakur Meditasi Islam Abah Didi yang diajarkan oleh Syaikhuna Al Mukarram Syech Abdullah Ibnu Mas’ud atau lebih dikenal dengan “Abah Didi”, dengan cara menarik dan mengeluarkan nafas disertai bacaan “Subhanallah” dilakukan minimal lima menit sehari-semalam secara rutin, akan bermanfaat dalam mengingat Allah SWT mulai dari sel yang terkecil, organ tubuh, anggota tubuh dan seluruh tubuh, lahir bathin, selamat di dunia dan akhirat yang kekal abadi.
Tags: Abah Didi, Index Tafakur




















![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)

Entries (RSS)