Umar bin Khat­tab ra. Ia men­dapat kabar bahwa kota yang akan di masuki ten­taranya sedang ter­jang­kit sebuah wabah penyakit menular. Beliau beserta ten­taranya tak jadi memasuki kota itu. Hal ter­sebut bukan menolak  sebuah taqdir, melainkan ber­pin­dah dari satu taqdir kepada taqdir yang lain. Umar meng­akui, kehen­dak bebas manusia untuk mem­buat pilihan atas per­solan riil yang dihadapinya. Namun disisi lain, Umar meng­ang­gap pilihan yang diang­gap oleh manusia, pada akhir­nya mau tidak mau, tetap ber­jalan dalam takdir Tuhan juga.

  • Share/Bookmark
Tags:
Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.


Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Add to My Yahoo! Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net [Valid RSS] Add to Technorati Favorites
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.

Tafakur Untuk Dunia Akhirat is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!