NEED READ
PENGANTAR ARTIKEL
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para shahabatnya dan para pengikut setia beliau hingga akhir zaman. Wa Ba’du.
Bissmillahirrahmanirrahim, Artikel “Tafakur Untuk Dunia Akhirat” sengaja saya posting untuk semua kalangan, semoga Anda senang membacanya dan dapat mengambil manfaat darinya. Namun sebelum membaca, telitilah dahulu artikel ini dengan nalar yang sehat, logika yang jernih. Tentu saja tak bijak menilai, sesuatu secara terburu-buru sebelum pernah membayangkan dan merasakannya sendiri; dan adalah sebuah kejahatan terhadap ilmu; memfatwakan sesuatu secara terburu-buru sebelum terlebih dahulu mengkaji akar permasalahannya, mendengar pernyataan-pernyataan tentangnya, mencari argumen-argumen yang mendasarinya dan membaca dalil-dalil yang berkaitan dengannya.
Saya menulis artikel ini untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan atau orang yang selalu sulit tidur di karenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa dalam kehidupan sekarang ini. Dan tentu saja, siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami semua itu?
Dalam artikel ini saya sengaja menukil catatan peristiwa dan hikmah, serta pelbagai perumpamaan dan kisah-kisah Dari semua itu, saya sengaja mengambil kesimpulan dari orang-orang shaleh sebagai penawar hati yang lara, penghibur jiwa yang tercabik, dan pelipur diri yang sedang dirundung duka cita, ringkasnya artikel ini akan mengatakan kepada Anda, “Bergembiralah dan berbahagialah” bahkan, mungkin pula ia akan berkata; “Jalani hidup ini apa adanya dengan penuh ketulusan dan keriangan”. Artikel ini juga berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat penyimpangan terhadap fitrah saat berinteraksi dengan sunnah-sunnah Allah, sesama manusia, benda, waktu dan tempat.
Kandangan, 2009
Abuhifni





![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)

Entries (RSS)