Betul! Bukan hanya mencari, tetapi merancang perlindungan. Itulah yang sekarang tampaknya pantas dilakukan setiap orang di Indonesia. Di manapun seseorang berada sangat mungkin terkena ragam bentuk bencana dan waktunya kapan saja bisa terjadi. Kemungkinannya meningkat setelah rangkaian gempa besar yang baru-baru ini terjadi. Jika hitungan dimulai dari gempa Jawa Barat, Bali, Sumatera Barat, Jambi, Manokwari, Gorontalo yang muncul dalam hitungan waktu lima hari saja sangat beralasan jika menurut analisis prakiraan kuantitatif dan kecenderungan perilaku geologi kemungkinan besar akan hadir lagi gempa-gempa yang lain. Mengingat pada kurun waktu lebih lama saja, tahun 1990 hingga 2000, dari gempa-gempa besar di Cina, Los Angeles-Amerika Serikat, Kobe-Jepang, dan di bagian dunia lainnya, Indonesia mendapat jatah paling banyak yakni delapan (hampir 20%) dari 43 gempa di atas 6 SR yang mematikan. Kemudian, di tahun 2004 terjadi Tsunami Aceh dengan kekuatan 9.1 SR merupakan yang terbesar dan sangat menghancurkan [http://earthquake.usgs.gov]. Jadi, sewaktu-waktu boleh saja ada gempa besar lagi. Makin banyak orang menjadi takut dan berupaya mencari perlindungan.
Tindakan cepat dan tepat untuk merancang perlindungan adalah memohon lindungan dari Allah SWT, dengan bersikap hanya takut kepada Allah[1] dengan meninggalkan larangan serta mentaati perintahNya. Setelah itu dapat dilakukan upaya penggunaan teknologi mutakhir untuk membuat sarana dan prasarana yang sanggup menghindari bencana alam dengan cara secepatnya membangun bangunan-bangunan tahan gempa. Namun, walau selain mahal dan sulit, bangsa Jepang pun yang sangat tekun dan ahli mengatasi gempa masih sulit bertahan dan mengatasi dampak bencana alam. Tindakan lain berikutnya adalah menghindar dari menetap atau membangun tempat-tempat tinggal dan usaha yang sudah jelas berada di daerah sering gempa. Namun masih belum cukup untuk memastikan keberhasilan rancangan perlindungan tersebut.
Beruntung bagi mereka yang punya pembimbing spiritual, guru zuhud, atau guru mursid karena dengan petunjuk mereka akan diperoleh kejelasan tindakan tepat yang harus dilakukan agar selamat di dunia dan akhirat. Dengan melakukan ibadah dasar utama shalat, zakat, selalu mengingat Allah dengan bertafakur meditasi Islam dan kegiatan sehari-hari yang dianjurkan, seperti banyak telah dicontohkan ratusan tahun sebelumnya, suatu kelompok masyarakat atau kaum akan selamat. Belum hilang dari ingatan dari para praktisi Tafakur Meditasi Islam Abah Didi [www.abah-didi.com; www.ismedad.co.uk], dalam kurun tahun 2004 –2008, bagaimana mereka diselamatkan dari banjr besar Jakarta, kebakaran pasar di Wanaraja-Garut dan Kandangan Kalimantan Selatan, letusan gunung Kelud (yang batal terjadi) di Jawa Timur.
Disarankan bagi kita semua untuk sungguh-sungguh merancang perlindungan dengan memohon kepada Allah SWT, dengan bersikap hanya takut kepada Allah dengan meninggalkan larangan serta mentaati perintahNya dengan melakukan ibadah dasar utama shalat, zakat, selalu mengingat Allah. Bagi praktisi Tafakur Meditasi Islam Abah Didi diharapkan agar seluas-luasnya memberitahu, mengajak, mengingatkan agar keluarga, kerabat, teman, dan saudara-saudara lainnya di lingkungan kita agar selalu ingat kepada Allah setidaknya lima menit setiap hari dengan bertafakur meditasi Islam, ingat Akhirat dan jangan tinggalkan ibadah utama shalat dan zakat. Mudah-mudahan kita diberi keselamatan oleh Allah SWT. (TbS, 6÷10÷09)
[1] Sering kita belum mampu mengidentifikasi rasa takut. Takut akan celaka atau tidak mau celaka kemudian memohon supaya kita jangan terkena hal yang kita takuti, padahal kita belum memenuhi pra syarat beribadah. Besar kemungkinan rasa takut tersebut masih berlandaskan keinginan duniawi karena takut rumah hancur, khawatir pekerjaan atau perdagangan jadi sulit, hilang mata pencaharian, dan sebagainya. Mind setting seperti inilah yang sebaiknya segera dirubah menjadi baik buruknya kejadian dari Allah kepada kita harus diterima dengan sukacita. Memang sangat sulit, tetapi bisa dilatih dan dipelajari.
Tags:
Abah Didi,
Abah Guru,
Index Tafakur